Gunung-gunung di kawasan Dieng

Gunung-gunung di kawasan Dieng

Diposting pada

Dataran tinggi Dieng sejatinya merupakan sebuah wilayah yang dikelilingi oleh barisan bukit, pegunungan dan gunung. Berikut ini merupakan Gunung-gunung yang ada di kawasan Dieng.

Gunung Pakuwojo

Gunung Pakuwojo

Gunung Pakuwojo merupakan salah satu gunung yang masih berada di wilayah dataran tinggi Dieng. Gunung ini terletak di Desa Tieng dan sebagian wilayah juga masuk Desa Sembungan. Ketinggiannya mencapai 2.395 mdpl.

Seperti gunung lainnya yang ada di Dieng, Gunung Pakuwojo memiliki bekas kapundan kawah berukuran besar yang dinamakan sebagai Telaga Wurung. Telaga ini berjumlah 2 buah dengan ukuran yang luas. Tidak ada aktivitas vulkanik di dalamnya karena telah mengalami letusan dalam kurun waktu yang sangat lama.

Saat musim kemarau tempat ini kering dan ditumbuhi rumput ilalang yang lebat hampir sama dengan padang Savana Dieng yang berada di Gunung Pangonan.

Saat musim penghujan tiba terkadang Telaga Wurung ini sering dipenuhi air, air tersebut akan mengalir ke sungai yang mengarah ke Desa Tieng dan ke Telaga Cebong.

Suhu udara yang bisa dirasa saat siang hari di Gunung Pakuwojo ialah sekitar 10°C – 15°C dengan angin yang cukup kencang dan pada malam hari sekitar 3°C – 9°C bahkan bisa mencapai nol derajad ketika musim kemarau tiba namun di area Gunung Pakuwojo ini tidak ditumbuhi embun upas seperti di area Candi Arjuna meski lokasinya lebih tinggi.

Gunung Pakuwojo memiliki tekstur puncak yang khas yaitu ada batu besar runcing bentuknya mirip seperti sebuah paku. Batu ini terletak diantara dua buah telaga wurung.

Nah nama Pakuwojo diambil dari tekstur puncak Gunung Pakuwojo yaitu dari kata “paku” dan “Wojo” berarti paku baja. Wilayah Gunung Pakuwojo diliputi oleh banyak bebatuan. Konon dari gunung inilah batu-batu candi Dieng itu diambil.

Gunung Pakuwojo terletak di sebelah Gunung Sikunir yang terkenal dengan view sunrise nya. Gunung ini memiliki ketinggian yang lebih dari Sikunir jadi bisa juga sebagai tempat alternatif untuk menyaksikan matahari terbit.

Ketika Sikunir sedang penuh, pengunjung bisa menyaksikan sunrise dari Gunung Pakuwojo agar tidak berdesak-desakan namun juga mendapatkan pemandangan yang lebih indah diantaranya Gunung Sindoro, Gunung Nganjir, Gunung Ungaran, Gunung Prau, area pertanian, pedesaan serta lembah.

Namun untuk menyaksikan fenomena matahari terbit dari puncak Pakuwojo wisatawan perlu mendaki bukit setidaknya selama 1,5 jam perjalanan.

Meski peminatnya belum setinggi Gunung Prau, kini pengunjung sudah mulai banyak melakukan pendakian ke Gunung Pakuwojo sehingga dibuatlah beberapa jalur baru dan pos pendakiannya. Adapun pos pendakian yang bisa dilalui para pendaki adalah sebagai berikut.

  1. Pos pendakian via Desa Tieng
  2. Desa Parikesit
  3. Desa Sembungan
  4. Gunung Sikendil

Gunung Pakuwojo di dominasi oleh tumbuhan semak yaitu rumput ilalang. Selain ilalang yang rimbun dapat juga ditemukan tanaman keras yakni pohon Akasia dan pohon cemara gunung.

Kemudian banyak ditemukan juga pakis haji, lumut paku. Sedangkan aneka bunga yang bisa ditemukan di Gunung Pakuwojo diantaranya adalah bunga api, bunga edelweis jawa, bunga turuwarna dan bunga kantong semar. Ada juga aneka buah yang bisa dimakan yaitu berupa buah beri dan buah cantingi ungu.

Selain aneka flora yang sudah disebutkan di atas, adapula beberapa jenis fauna atau hewan yang ada di Gunung Pakuwojo diantaranya adalah : babi hutan, burung kutilang, burung pentet, burung tekukur, burung jalak, burung gecu, burung depyak dan burung elang. Dulunya di sekitar gunung ini masih banyak ditemukan hewan kijang atau rusa namun sekarang sudah punah.

Gunung Pangonan

Gunung Pangonan

Gunung Pangonan merupakan salah satu gunung yang bisa disaksikan dengan jelas dari Desa Dieng Kulon dan Dieng Wetan yang posisinya berada di sebelah selatan Komplek Candi Arjuna.

Gunung Pangonan memiliki ketinggian sekitar 2.308 meter di atas permukaan laut Mdpl. Gunung ini termasuk tinggi namun sangat mudah dijangkau karena memang terletak di area pegunungan yang kaki gunungnya sudah mencapai di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut Mdpl, jadi kini Gunung Pangonan sudah dijadikan kunjungan utama bagi wisatawan yang ingin melakukan pendakian namun tidak memakan waktu lama.

Gunung Pangonan memiliki bentuk lebar serta memiliki bekas kapundan kawah yang luas seperti mangkuk raksasa yang berada tepat di tengah. Bekas kapundan kawah tersebut kerap dijuluki warga setempat sebagai Telaga Sumurup. Telaga Sumurup inilah yang kita kenal dengan Padang Savana Dieng.

Gunung Pangonan jika dilihat dari kejauhan memang masih lumayan rimbun karena ditumbuhi banyak pohon akasia serta rumput gajah yang berada di bagian tengah dan atas atas bukit namun pada bagian kaki gunung sudah diberdayakan warga sebagai area pertanian kentang dan terlihat juga banyak pipa-pipa gas geotermal untuk mengalirkan uap panas.

Adapun beberapa rute pendakian Gunung Pangonan Dieng diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Base Camp Dukuh Karangsari
  2. Kawah Sikidang
  3. Museum Kailasa
  4. Telaga Merdada

Untuk mendaki Gunung Pangonan kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 20 menit hingga 1 jam perjalanan. Lama pendakian ini tergantung dari base camp mana yang akan Anda pilih.

Pendakian tercepat bisa melalui area kawah Sikidang. Meskipun membutuhkan waktu yang singkat namun jalannya sangat curam, tegak dan terbilang sangat sulit jadi tidak diperuntukan bagi semua kalangan, hanya orang-orang tertentu saja yang suka akan petualangan.

Jalur termudah bisa melalui base camp Gunung Pangonan yang berada di Desa Karangsari Dieng Kulon dengan estimasi waktu pendakian kurang lebih 1 jam perjalanan.

Gunung Pangonan memiliki pemandangan terbaik dan tidak kalah bagus dengan beberapa gunung yang ada di Dieng lainnya. Berikut beberapa view terbaik yang bisa disaksikan dari Gunung Pangonan.

Padang Savana

Padang Savana

Padang savana atau padang rumput Dieng merupakan pemandangan utama yang bisa disaksikan dari Gunung Pangonan. View inilah yang membawa nama Gunung Pangonan menjadi naik daun dan sering dicari-cari wisatawan.

Padang savana bisa disaksikan dari sekeliling bukit karena letaknya di tengah-tengah. Tidak sedikit pula pengunjung camping di tempat ini.

Telaga Merdada

Telaga Merdada

Pemandangan indah selanjutnya yang bisa disaksikan dari Gunung Pangonan adalah Telaga Merdada. Dari atas Gunung Pangonan telaga terluas di Dieng ini bisa dilihat secara seutuhnya yang bisa disaksikan dari punggung gunung sebelah barat laut dan bisa dengan mudah dijangkau dari atas Museum Kailasa atau dari Desa Karangtengah.

Sunrise

Selain Sunrise Sikunir dan Sunrise Gunung Prau, matahari terbit di Dieng juga bisa disaksikan dari Gunung Pangonan. Tentu dengan jarak yang lebih jauh dari Bukit Sikunir dan Lebih dekat dari pada Gunung Prau.

Untuk menyaksikan sunrise dari Gunung Pangonan biasanya pengunjung berangkat di sore harinya dan mendirikan tenda terlebih dahulu atau camping. Lokasi yang sering dijadikan sebagai tempat menyaksikan sunrise adalah dipunggung gunung sebelah barat.

Dari sinilah golden sunrise muncul di balik Gunung Sindoro dan pegunungan Dieng lainnya. Wisatawan dapat mendaki dari arah Museum Kailasa agar lebih dekat dijangkau.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang merupakan salah satu kawah aktif di Dieng yang lokasinya berada di kaki Gunung Pangonan. Dari atas gunung ini pengunjung bisa menyaksikan area kawah secara leluasa.

Pemandangan yang bisa dilihat tentu lebih indah karena tekstur tanah tampak warna warni seperti coklat, putih, silver dan hijau dipadukan dengan asap putih yang menjulang.

Kawah Sikidang ini bisa disaksikan dari sebelah tenggara Gunung Pangonan yang dapat dicapai via jalur pendakian Dukuh Karangsari atau memasuki objek wisata Kawah Sikidang (jalan terjal).

Gunung Sikunir

Gunung Sikunir

Berwisata ke Dataran Tinggi Dieng, belum lengkap tanpa menikmati golden sunrise Sikunir yang banyak diincar wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, dari puncak Sikunir kita juga bisa melihat deretan gunung yang berdiri gagah di tengah-tengah hamparan awan. Lanscape telaga cebong dan rumah-rumah penduduk yang berselimut kabut tipis menambah pesona keindahan alam Gunung Sikunir. Dengan udara dingin nan sejuk dan dipadu hangatnya penduduk sekitar, membuat wisatawan betah untuk berwisata ke Sikunir.

Gunung Sikunir terletak di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng pada ketinggian 2.263 mdpl. Tepatnya di sebelah timur Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di pulau Jawa ini memungkinkan kita untuk menyaksikan hamparan alam Dataran Tinggi Dieng dari puncak Sikunir.

Terdapat pula telaga cebong yang berada di kaki bukit Sikunir, yang akan lebih indah untuk disaksikan melalalui puncaknya.

Waktu terbaik

Kapanpun ingin mengunjungi Sikunir sebenarnya tidak ada tuntutan waktu karena bentuk Sunrise Sikunir tiap waktu berbeda-beda. Apabila kita ingin melihat golden sunrise tanpa kabut dan awan, dan ingin terlihat jelas maka bisa datang pada bulan Juli-Agustus yang merupakan bulannya kemarau.

Pada bulan-bulan tersebut, cuaca cukup mendukung karena jarang mendung dan kabutpun tidak terlalu tebal. Pada waktu inilah saat terbaik menyaksikan golden sunrise Sikunir dengan warna jingga keemasan yang indah.

Apabila kita datang pada bulan-bulan selanjutnya, yaitu bulan November-Februari yang merupakan bulannya hujan maka sunrise akan beradu dengan awan pekat dan kabut yang cukup tebal.

Namun view tersebut tidaklah seburuk yang kita pikirkan, karena gradasi dari warna awan mendung dengan golden sunrise Sikunir akan menambah variasi foto pada galeri kita. Dan apabila beruntung, kita akan menemukan pelangi selepas turunnya hujan atau gerimis.

Pada bulan selanjutnya, yaitu Maret-Juni yang merupakan bulannya menuju kemarau juga tidak akan mengecewakan. Golden sunrise yang beradu dengan kabut tipis tidak kalah elok memanjakan mata.

Deretan puncak gunung bertopi kabut, akan terpancar oleh sinar matahari pagi bak lukisan. Jadi, kapan saja kita dapat mengunjungi Bukit Sikunir dan akan mendapatkan view golden sunrise yang berbeda di setiap bulannya.

Rute ke Sikunir

Untuk mencapai lokasi jalur pendakian ke Bukit Sikunir, dapat ditempuh melalui jalur Jalan Raya Dieng yang merupakan jalur paling ramai digunakan oleh wisatawan.

Hanya berkisar 60 menit dari kota Wonosobo menggunakan kendaraan untuk sampai pada kawasan dataran Tinggi Dieng. Dari Dataran Tinggi Dieng, ambil jalur menuju desa Sembungan yang berjarak sekitar 4 km.

Jalan menuju desa Sembungan cukup sulit, karena selain kecil jalannya juga menanjak dan berkelok-kelok. Sehingga wisatawan perlu berhati-hati dalam berkendara.

Apabila sudah menemukan gerbang masuk desa bertuliskan “Welcome to Sembungan Village”. Sesampainya di desa Sembungan, maka wisatawan akan disuguhkan pada pemandangan telaga cebong dan rumah-rumah penduduk. Tidak jauh dari situ, terdapat area parkir kendaraan. Di area tersebut juga telah dilengkapi beberapa fasilitas seperti kamar mandi, warung-warung makan, mushola, dan penjual alat-alat penunjang pendakian.

Medan

Bukit Sikunir memiliki medan yang cukup mudah untuk ditempuh. Hal tersebut dikarenakan evolusinya dalam bersolek yang dilakukan oleh penduduk sekitar, sehingga medannya bersahabat.

Dalam perjalanan, maka kita akan disambut oleh jalan setapak yang telah tertata dalam bentk tangga, dilengkapi batas pengaman di sekeliling jalan, Parkiran Bukit Sikunir merupakan start awal pendakian yang hanya berjarak sekitar 1 km atau 30 menit hingga 1 jam pendakian.

Pepohonan rindang menghiasi perjalanan menuju puncak Sikunir. Karena fasilitas penerangan yang belum memadai, maka wisatawan tetap dianjurkan untuk membawa penerangan sediri untuk menyibak gelapnya jalan dikarenakan medan yang cukup menanjak dengan jurang yang cukup curam.

Retribusi

Untuk menikmati panorama golden sunrise Sikunir, wisatawan tidak perlu merogoh saku terlalu dalam. Karena, harga tiket Bukit Sikynir ini cukup murah, yaitu Rp20.000 per orang. Biaya tiket ini belum termasuk biaya parkir.

Panduan

  1. Wisatawan memerlukan persiapan fisik, sama halnya dengan mendaki yang merupakan aktivitas menguras tenaga. Untuk mencapai puncak Sikunir diperlukan waktu 30 menit hingga 1 jam dengan panjang 1 km.
  2. Disarankan untuk berangkat pada dini hari, mengingat wisata ini dibuka pada pukul 02.00 WIB maka wisatawan bisa memulai perjalanan pukul 03.00 WIB apabila menginap di area Wonosobo. Apabila menginap di daerah sekitar Dieng, maka wisatawan dapat berangkat pukul 04.00 WIB agar tidak ketinggalan momen golden sunrise di puncak Sikunir.
  3. Melakukan pendakian di pagi buta, maka suhu di area Bukit Sikunir sangat rendah yaitu bisa mencapai 10-15 derajat Celcius. Sehingga wisatawan perlu mengenakan pakaian hangat yang dapat dilengkapi dengan jaket tebal, penutup kepala, kaos tangan, dan masker.
  4. Memakai sepatu yang nyaman dan membawa perbekalan secukupnya.

Pesona Alam

Selain menawarkan keelokan golden sunrisenya, Bukit Sikunir juga meyibak beberapa pesona alam yang bisa dinikmati oleh para wisatawan seperti:

Deretan Gunung-gunung Tinggi Pulau Jawa

Deretan Gunung-gunung Tinggi Pulau Jawa

Di puncak Bukit Sikunir, kita dapat menyaksikan lanscape deretan beberapa gunung tinggi di Pulau Jawa. Puncak-puncak gunung tersebut dapat kita temukan di tengah-tengah gumpalan awan dan hamparan kabut tipis yang tersinari jingganya matahari.

Spot ini sangat menarik bagi pecinta fotografi. Dengan gagah, Gunung Sindoroberdiri berdampingan dengan Gunung Kembang dan Gunung Sumbing, serta tidak jauh dari ketiga gunung tersebut akan terlihat Gunung Merbabu, Gunung Merapi, dan Gunung Ungaran yang menjulang tinggi.

Pada momen di mana matahari mulai menampakkan diri dan memanrkan sinarnya di sekitar gunung-gunung tersebut, maka jangan lupa untuk mempersiapkan kamera agar momet elok tersebut bisa terabadikan.

Lahan Pertanian dan Kearifan Lokal Desa Sembungan

Lahan Pertanian

Pertanian penduduk desa Sembungan bisa dilihat dari puncak Sikunir. Hamparan lahan-lahan hijau yang didominasi oleh tanaman kentang dan carica itu menghiasi lereng dan kaki bukit Sikunir.

Lahan-lahan ini berjenjang rapi dan bisa dijadikan objek foto yang menawan. Selain itu rumah-rumah penduduk dan bangunan masjid berkubah terlihat mengambang di antara kabut tipis menambah daya tarik pesona alam puncak Sikunir.

Selain pesona alamnya, keramahtamahan dan kehangatan penduduk sekitar juga turut andil menoreh kesan bersahabat. Masyarakatnya kerap kali menyapa dan dan mengajak bercengkrama pada wisatawan, sehingga mereka betah untuk berlama-lama menikmati sajian khas seperti kentang dan tempe kemul hangat.

Seringkali para wisatawan akan menjumpai para petani di pagi hari yang mulai menggarap lahannya, mengingat sebagian besar mata pencaharian masyarakat desa Sembungan adalah petani. Mereka akan senang hati menebarkan senyum apabila menjumpai para wisatawan yang sedang berjalan turun lepas pendakiannya di Bukit Sikunir.

Lanscape Telaga Cebong

Lanscape Telaga Cebong

Terdapat sebuah telaga di kaki bukit Sikunir, yaitu telaga Cebong. Nama Telaga Cebong diberikan karena telaga ini memiliki bentuk menyerupai cebong atau dalam bahasa Indonesia artinya berudu.

Di puncak Sikunir, wisatawan dapat melihat dengan jelas bentuk Telaga Cebong. Selain dapat dinikmati dari atas, wisatawan juga dapat berkunjung ke Telaga Cebong dengan berjalan meyusuri tepiannya atau menyewa sampan penduduk dengan mengeksplor keindahan pemandangan alamnya.

Penginapan

Terdapat beberapa viariasi pilihan yang dapat dijadikan wisatawan dalam menginap sebelum melakukan pendakian di Bukit Sikunir. Pilihan yang pertama yaitu camping di kaki bukit.

Berbekal tenda dan beberapa alat penunjang camping, maka wisatawan bisa bermalam dan menikmati dinginnya malam Desa Sembungan. Cara penginapan ini jarang dilakukan, mengingat suhu malam Desa Sembungan yang sangat dingin menusuk tulang.

Pilihan kedua, yaitu wisatawan dapat menyewa rumah-rumah penduduk yang memang disewakan di sekitar Bukit Sikunir. Penyewaan ini dapat dilakukan malam hari untuk bermalam di rumah penduduk, dan pada dini hari wisatawan dapat langsung menuju jalur pendakian Bukit Sikunir untuk mengejar sunrise.

Selain dua pilihan di atas, wisatawan juga dapat menyewa homestay yang saat ini telah banyak dan mudah ditemukan. Selain harganya yang cukup terjangkau, homestay juga memiliki fasilitas penunjang yang memudahkan wisatawan dalam perjalanan wisatanya.

Yang perlu diperhatikan bagi wisatawan adalah cukup memperkirakan waktu keberangkatan menuju jalur pendakian Bukit Sikunir, sehingga bisa menyaksikan golden sunrise di puncak Sikunir dalam waktu yang pas.

Tinggalkan Balasan