Wikipedieng Wikipedieng

Ensiklopedia di Hyang

User Tools

Site Tools


legenda-dieng

Legenda Dieng

Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi oleh yang mempunyai cerita tersebut. Setiap wilayah pasti memiliki legenda yang diceritakan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya secara lisan. Begitu juga dengan Dieng, banyak legenda yang mengisahkan kejadian alam yang terjadi di dataran tinggi ini.

Legenda Dieng hanya diceritakan secara turun temurun ke anak cucu mereka, sebagai contoh legenda asal mula terbentuknya sebuah tempat yang ada di Dieng Plateau seperti kawah, telaga ataupun tempat lain. Legenda-legenda di Dieng ini tidak dibukukan, jadi kebenarannya masih fiktif karena tidak tau siapa pengarang aslinya dan hanya diceritakan mulut ke mulut saja.

Legenda Kawah Sikidang

Dahulu kala sebelum adanya Kawah Sikidang ada seorang ratu yang cantik bernama Shinta Dewi, banyak pemuda yang ingin meminang ratu Shinta Dewi salah satunya adalah Pangeran Kidang Garungan. Pangeran Kidang Garungan adalah pangeran yang gagah, kekar tinggi namun tidak seperti manusia pada umumnya karena kepalanya berupa kepala kidang atau rusa.

Setelah mengetahui fisik pangeran tersebut, Ratu Shinta Dewi menyusun strategi agar dibuatkan sumur sebelum meminangnya. Saat pangeran sedang membuat sumur, sang ratu melempari dengan batu dan lumpur hingga pangeran tidak bisa naik ke permukaan. Kawah yang meletup letup di kawah merupakan bukti kemarahan Raja Kidang Garungan.

Legenda Telaga Pengilon

Dahulu kala ada Ratu yang memiliki putri cantik. Putri cantik ini akan dipinang oleh 2 kasatria tampan. Kemudian sang ratu mengadakan sayembara untuk membuat sebuah telaga. Siapa yang cepat selesai dia yang akan menjadi menantunya. Pemuda ke 1 membuat Telaga Menjer dan pemuda ke 2 membuat telaga Pengilon. Yang menang adalah pemuda pertama.

Kemudian ratu dan sang putri pergi ke Dieng, tidak sengaja melihat Telaga Pengilon yang tampak jernih, berkilau, airnya tenang dan sangat damai, ternyata yang membuat telaga tersebut adalah pemuda ke 2. Kemudian sang ratu membatalkan pinangan pemuda 1 karena danau yg dibuatnya kasar dan airnya beriak. Hal itulah yang menjadi pertimbangan ratu karena dianggap menggambarkan sifat pembuatnya.

Legenda Telaga Warna

Legenda Telaga ini masih merupakan cerita kelanjutan dari Legenda Telaga Pengilon. Saat ratu dan putrinya asyik mandi di Telaga Pengilon, tiba - tiba selendang dan baju mereka terhempas angin dan jatuh di telaga sebelahnya. Sehingga warna air tersebut luntur menjadi warna warni hingga kini.

Legenda Kawah Candradimuka

Dalam cerita pewayangan dikisahkan salah satu pandawa lima yaitu Gatotkaca ketika masih bayi direbus di kawah yang bernama Candradimuka. Sehingga menghasilkan kekuatan yang luar biasa, sang Gatotkaca mebjadi sangat kuat yang digambarkan memiliki tulang seperti besi, otot seperti kawat, rambutnya seperti jarum dan matanya seperti kilat.

Legenda Telaga Merdada

Konon Telaga Merdada terbentuk dari sebuah cangkir dengan nama cupu manik astagina yang dilemparkan oleh seorang resi yaitu Resi Gautama. Resi Gautama memiliki 3 orang anak. Suatu ketika anak Resi Gautama saling berebut cupu manik astagina, kemudian dilemparlah cupu manik tersebut melayang ke udara oleh sang resi. Akhirnya bagian cupu terpisah dan membentuk Telaga Merdada.

Legenda Kawah Sileri

Kawah sileri adalah sebuah kawah di Dieng yang airnya seperti leri atau air cucian beras. Konon legendanya adalah ada seorang nenek sihir yang ingin bertapa di atas gunung dengan membawa leri di tempurung untuk menghalau orang yang akan memngganggu nenek tua tersebut. Saat di perjalanan si nenek jatuh tersandung batu dan akhirnya leri itu tumpah dan jadilah kawah sileri.

Legenda Telaga Swiwi

Dikisahkan di cerita pewayangan saat Dewi Shinta di culik dan dibawa terbang oleh Rahwana ke kerajaan Alengka, saat di perjalanan tiba tiba ada seekor burung garuda bernama Jatayu yang Kan menolong Dewi Shinta, namun nasibnya kurang beruntung karena Jatayu berhasil dikalahkan oleh Rahmana sehingga jatuh di atas permukaan tanah yang mengakibatkan tanah tersebut membentuk lubang mirip sayap atau swiwi.

Legenda Sumur Jalatunda

Dalam sebuah cerita pewayangan Sumur Jalatunda merupakan sebuah sumur yang memiliki jalan tembus ke negara di dasar bumi yaitu kerajaan Sapta Pratala tempatSang Hyang Antaboga bersemayam bersama seorang putranya Nagagini dan cucunya Raden Antareja.

Legenda Gangsiran Aswatama

Konon terowongan atau yang disebut Gangsiran Aswatama merupakan salah satu terowongan yang pernah digunakan Aswatama ketika akan mencuri anak Parikesit yaitu cucu dari Arjuna.


Page Tools