Wikipedieng Wikipedieng

Ensiklopedia di Hyang

User Tools

Site Tools


jamur-dieng

Jamur Dieng

Jamur Dieng memang memiliki cerita panjang pada era tahun 80 an. Jamur yang dikembangkan di Dieng ini adalah jamur Champignon atau jamur kancing. Jamur yang memiliki nama ilmiah Agaricus bisporus ini bentuknya seperti kancing yaitu hampir bulat berwarna putih, krem dan coklat. Jamur Champignon merupakan jamur yang mudah dibudidayakan di seluruh dunia begitu juga di dataran tinggi Dieng.

Pada tahun 1.980 ada perusahaan yang bergerak di bidang pengalengan jamur champignon segar yaitu PT. Dieng Jaya yang merupakan perusahaan kelas raksasa go internasional bahkan pada saat itu menjadi pabrik jamur terbesar di dunia. Produk jamur kalengnya pun diekspor ke luar negeri. Perusahaan tersebut dirintis pada tahun 1970 dan berjaya tahun 1980-an. Owner dari PT. Dieng Jaya adalah dari keluarga cendana yaitu Ibu Tien Soeharto yang memiliki sekitar 3000 karyawan dengan induk perusahaannya berada di Kalianget Wonosobo. Pembibitan dan pembudidayaan jamur tersebar di beberapa wilayah di dua kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Tempat budidaya jamur di Kabupaten Banjarnegara diantaranya di Desa Sumber, Pasurenan, Bakal, Karang Tengah Telaga Merdada, dan Karangsari Kecamatan Batur, wilayah tersebut tidak jauh dari pusat Dieng. Kemudian di Desa Andongsili dan Kalianget Wonosobo.

Pada tahun 2003 perusahaan tersebut bangkrut sehingga tidak melakukan aktivitas produksi lagi yang berdampak phk karyawan secara besar-besaran. Area pembibitan di sekitar Dieng kini kosong hanya tinggal puing-puingnya saja. Namun warga yang dulunya di perusahaan tersebut ternyata banyak belajar saat mereka bekerja sehingga kini banyak yang menjadi petani jamur Dieng rumahan. Hasil dari pertanian jamur Dieng dijual untuk memenuhi kebutuhan home industri yaitu dibuat semacam keripik jamur dan jamur cup. Budidaya rumahan jamur kancing yang masih bisa dijumpai disekitar Dieng saat ini adalah di daerah Bakal, Batur, Banjarnegara.

Edit


Page Tools