Wikipedieng Wikipedieng

Ensiklopedia di Hyang

User Tools

Site Tools


gunung-prau

Gunung Prau

Gunung PrauGunung Prau dengan ketinggian 2.566 Meter di atas permukaan laut adalah salah satu gunung yang paling terkenal di daerah Dieng, selain disukai pendaki karena medan sedang, Gunung Prau Dieng menawarkan pemandangan alam yang sangat indah, diantaranya adalah matahari terbit, jenis bunga endemik, dan perbukitan dipuncak. Asal usul nama Gunung Prau tidak lepas dari banyak cerita yang beredar. Dinamakan Gunung Prau karena apabila dilihat dari atas maka bentuknya mirip dengan perahu. Sedangkan lembah-lembah yang berada disekitar dan mengelilinginya bentuknya mirip ombak. Nama Gunung Prau juga diambil karena di dalam gunung ini terdapat sumber air yang begitu melimpah ruah, sejalan dengan Dataran Tinggi Dieng yang menyimpan banyak telaga dan sumber mata air.

Gunung prau dikenal dengan julukan puncak seribu bukit, karena ada banyak sekali bukit-bukit kecil yang ada di puncak prau.

Selain itu, pendaki akan menemukan pemandangan luar biasa yaitu puncak Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang berdiri gagah di tengah gumpalan awan. Tentu saja, hal ini akan menjadi memori kenangan yang sulit terlupakan bagi para pemburu sunrise. Gunung Prau merupakan salah satu Gunung di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Tepatnya berdiri di antara tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Wonosobo.

Gunung Prau terkenal dengan sunrisenya. Waktu yang tepat untuk ke Gunung Prau adalah saat musim kemarau yaitu bulan Juni-Oktober, karena ada jadwal tutup rutin yang diterapkan setiap tahun yaitu pada bukan Januari-April untuk pengembalian ekosistem dan pembersihan sampah di kawasan tersebut. Gunung ini masuk dalam wilayah hutan lindung. Pada saat musim kemarau, ada kalanya suhunya mencapai titik terendah yang memungkinkan pendaki untuk menemukan butiran kristal es di rerumputan pada pagi hari. Jika mendaki pada musim hujan, medan akan basah dan licin, juga adanya resiko kabut saat pagi dapat merusak acara perburuan sunrise. Mendaki Gunung Prau dapat dijadikan agenda liburan yang penuh sensasi dengan pengalaman yang tak terlupakan.

Terdapat pilihan waktu terbaik mendaki Prau bagi para pendaki, yaitu pertama pada dini hari pukul 01.00 WIB sehingga akan mengantarkan pendaki menuju puncak sekitar pukul 04.00 WIB dan akan menemukan golden sunrise dengan hamparan awan yang elok. Ketika sudah puas menikmati sunrise, pendaki bisa turun pada pukul 08.00 WIB. Pilihan waktu yang kedua yaitu apabila pendaki memilih untuk bermalam di puncak Gunung Prau untuk menimkati sunset, dingin udara malam, hingga sunrise dikeesokan hari. Pada waktu ini pendaki dapat memulai pendakian pada pukul 14.00 WIB dan akan sampai puncak sekitar pukul 17.00 WIB.

Gambar pilihan


Pemandangan Gunung Prau Dieng

Hamparan rumput dengan serebak bunga daisy yang cantik dan memiliki warna beragam serta terdapat susunan bukit-bukit kecil yang kerap disebut dengan bukit teletubies.

bunga daisy

Jalur pendakian


Akses pendakian Gunung Prau tergolong cukup mudah. Pendaki hanya perlu memulai dari desa-desa yang menyediakan jalur pendakian. Medan perjalanan menuju puncak Prau juga tergolong mudah, sehingga ramah bagi pendaki pemula. Sebagian besar dari kawasan Gunung Prau tertutup oleh rerumputan dan semak belukar, sehingga membuat medannya cukup aman. Sepanjang perjalanan menuju puncak, pendaki tidak akan menemukan banyak pepohonan tinggi, sehingga dapat dengan leluasa melihat pemandangan alam. Jalan setapaknya pun tidak terlalu menanjak, sehingga tidak terlalu menguras tenanga untuk sampai di puncak Prau. Tidak ada yang sulit apabila pendaki cukup mempersiapkan diri dengan tekad yang bulat untuk menaklukkan Gunung tertinggi di Dataran Tinggi Dieng ini. Pendaki hanya perlu mengikuti jalur pendakian dengan berhati-hati dan tetep menjaga diri.

Karena berbatasan dengan beberapa Kabupaten, sebenanrnya Gunung Prau memiliki jalur pendakian yang cukup banyak. Akan tetapi, sejauh ini terdapat 4 jalur pendakian Gunung Prau yang digemari kalangan pendaki yaitu:

Desa Patakbanteng

Jalur pendakian dari Patakbanteng terletak di Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Jalur ini merupakan jalur andalan yang sering dipilih oleh para pendaki. Jarak untuk mencapai puncak Prau melalui jalur pendakian ini hanya berkisar sejauh 4 km. Hal itu menjadi alasan bagi para pendaki karena merupakan jalur pendakian terdekat. Selain itu, rute pada jalur pendakian Patak Banteng memiliki fasilitas yang lengkap. Akan tetapi, jalur terdekat ini diimbangi dengan medan yang cukup terjal dan menanjak.

Desa Kalilembu

Jalur pendakian via Kalilembu terletak di Kalilembu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Jalur Kalilembu masih cenderung sedikit diketahui oleh khalayak pendaki. Hal ini karena jarak tempuhnya yang cukup jauh, padahal medannya cukup landai. Karena masih jarang digunakan, jalur ini masih bersih dan asri. Beberapa fasilitasnya juga sudah cukup memadai, sehingga dapat digunakan sebagai pilihan bagi para pendaki yang santai.

Desa Dieng Kulon

Jalur pendakian via Dieng terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Medan dari jalur pendakian ini cukup bersahabat, karena cukup landai. Akan tetapi, jarak yang harus ditempuh lebih panjang. Meskipun demikian, jalur pendakian via Dieng memiliki pemandangan yang indah. Jalur ini juga tidak jauh dari wisata Candi Arjuna, Telaga Warna, Telaga Pengilon, dan masih banyak lagi lainnya. Sehingga cocok bagi para pendaki yang ingin sekaligus berwisata ke destinasi Dieng lainnya.

Desa Igirmranak

Jalur ini tergolong masih baru dan sangat asri dibandingkan dengan jalur lainnya karena belum terlalu banyak dipilih oleh para pendaki. Jarak tempuh menuju puncak Prau lewat jalur ini cukup jauh, akan tetapi ada terdapat kelebihan yang dapat ditemukan oleh para pendaki berpengalaman karena waktu pendakian yang cukup panjang ini diimbangi dengan jalur yang masih bersih, alami, dan tidak banyak antrian.

Jalur pendakian saat ini yang ramai di gunakan adalah jalur pendakian dari Desa Patakbanteng.

Retribusi


Beberapa jalur pendakian Gunung Prau memasang biaya retribusi sekitar Rp10.000 per orang yang termasuk ke dalam biaya ansuransi dan bisa dibayarkan ketika mendaftarakan diri di basecamp tersebut. Biaya retribusi ini cukup murah, mengingat memiliki peran penting bagi kegiatan pendakian di Gunung Prau. Selain itu juga digunakan dalam proses identifikasi pendaki saat pengisian data yang sangat berguna apabila terjadi resiko tertentu yang dialami oleh pendaki. Biaya retribusi ini belum termasuk biaya parkir.

Panduan mendaki


matahari terbit di puncak Gunung Prau Untuk menyaksikan matahari terbit dari puncak Gunung Prau kita di anjurkan untuk mendaki jam 01.00 dini hari. Bagi pendaki pemula akan menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan.

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum melakukan pendakian diantaranya, persiapan fisik yang kuat, memakailah sepatu khusus tracking, membawa jaket hangat, penutup kepala maupun kaos tangan karena di Puncak Gunung Prau sangat dingin dan berangin kencang, penerangan seperti lampu senter dan jangan lupa membawa bekal/logistik yang cukup.

Persiapan Fisik

Mendaki gunung merupakan salah satu aktivitas berat yang cukup menguras banyak tenaga, sehingga diperlukan fisik yang kuat agar mampu menjaga kestabilan tubuh. Beberapa latihan fisik yang dapat dilakukan sebelum mendaki gunung yaitu, jogging, bersepeda, berenang, dan push up. Latihan fisik tersebut dapat meingkatkan stamina tubuh dan melatih kekuatan pada otot kaki, agar tubuh tidak kaget melalui perjalanan mendaki yang panjang.

Suhu Ekstrim

Suhu di Gunung Prau sangatlah dingin, hal ini karena Gunung Prau merupakan puncak tertinggi di Dataran Tinggi Dieng. Sehingga, para pendaki wajib mengenakan pakaian hangat dilengkapi dengan jaket, penutup kepala, dan kaos tangan. Untuk meminimalisir kecelakaan karena kedinginan, maka sebelum melakukan pendakian harus memerhatikan dan memastikan tubuh dalam keadaan yang cukup kuat.

Keperluan Mendaki

Meskipun puncak Prau tidak terlalu tinggi, tetapi persiapan keperluan mendaki tetap harus diperhatikan. Beberapa alat penunjang pendakian adalah alat camping untuk bermalam yang meliputi tenda, sleeping bag, terpal, alat masak, dan alat makan, sepatu atau sandal khusus tracking yang nyaman digunakan dan dapat melewati medan dengan berbagai kondisi jalan pendakian, penerangan seperti lampu senter untuk menerangi jalan atau lokasi camping, bekal/logistik yang cukup seperti makanan dan minuman, obat-obatan pribadi namun tidak berlebihan agar tidak menambah beban bawaan selama proses pendakian, sehingga tidak menguras tenaga cukup banyak, dan jangan lupa membawa kamera penunjang untuk mengabadikan momen berharga dan keindahan puncak Gunung Prau.

Menentukan Jalur Pendakian

Di atas telah disebutkan beberapa jalur pendakian yang dapat dipilih oleh para pendaki menuju puncak Gunung Prau. Dalam menentukan jalur pendakian harus disesuaikan dengan kondisi, suasana, dan medan yang ingin ditempuh.

Pesona Alam


Sudah tidak diragukan lagi, bagaimana Gunung Prau meyimpan berbagai pesona alam yang elok tiada dua. Tak heran, hingga kini banyak wisatawan yang selalu ingin memeiliki kesempatan menjejakkan kakinya menuju puncak Prau. Berbeda dengan gunung-gunung lainnya, seperti di Gunung Prau tidak ditemukannya bunga edelweis. Lalu pesona alam apa saja yang dimiliki Gunung tersebut hingga pengunjungnya tak pernah lekang dari kata sepi?

Bukit Teletubbies

Gunung Prau memiliki hamparan bukit-bukit kecil yang akan mengingatkan kita pada tempat bermain tokoh kartun terkenal tahun 90’an “Teletubbies”, itulah sebabnya bukit-bukit itu dinamakan dengan bukit Teletubbies. Area bukit teletubbies memiliki hamparan rumput dan tanaman liar lainnya yang memanjakan mata. Area ini juga tidak terlalu rimbun dan memiliki dataran datar, sehingga biasanya dijadikan area camping oleh para pendaki.

Hamparan Warna Bunga Daisy

Pada akhir musim hujan atau menjelang musim kemarau, bukit Teletubbies akan tertutup hamparan bunga daisy yang sangat indah. Bunga endemik gunung prau ini akan bermekaran dan mewarnai bukit teletubbies di pucak Prau. Warna-warni yang indah dari bunga daisy sangat cocok sebagai background foto yang dapat diabadikan dengan kamera. Tetapi, untuk mengambil foto tidak disarankan dengan cara merusak hamparan bunga tersebut.

Sunrise dan Sunset

Bagi para pecinta alam dan pemburu matahari di ujung awan, maka Puncak Prau sangatlah cocok sebagai destinasi yang wajib dikunjungi. Keindahan sunrise yang ditawarkan oleh Gunung Prau disebut-sebut sangat menawan, karena pada saat fajar kita dapat melihat matahari yang mulai memperlihatkan wajahnya dalam keadaan berwarna jingga keemasan atau lebih dikenal dengan sebutan golden sunrise. Selain itu, pada waktu senja puncak Gunung Prau akan menyuguhkan pemandangan detik-detik kembalnya matahari ke peraduannya atau sunset yang tak kalah eloknya. Momen-momen akan membawa kita kepada rasa syukur terhadap karya Tuhan yang luar biasa.

View Puncak Gunung

Apabila cuaca sedang cerah dan tidak berkabut, maka di puncak Prau kita dapat melihat puncak-puncak Gunung pulau Jawa seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, dll dari kejauhan di tengah-tengah gumpalah awan. Selain itu, kita juga dapat melihat hamparan Dataran Tinggi Dieng dari atas. Telaga-telaga yang dikelilinngi oleh bukit dan pegunungan, lahan-lahan pertanian milik warga sekitar, hingga lereng-lereng gunung dan rumah warga yang tertutup kabut tipis menambah daya tarik pesona puncak Prau dengan suasana sejuk dan menyegarkan.

Milky Way

Tidak perlu berkelana hingga ke ujung dunia untuk menemukan milky way. Apabila kita beruntung, dalam keadaan kabut yang tidak tebal maka pada malam hari kita bisa melihat bagaimana lagit gelap beradu dengan taburan bintang atau yang biasa disebut dengan milky way. Pada suasana yang indah dan menangkan ini, ribuan bintang dilangit akan menemani camping kita di puncak Prau hingga pagi menjelang.


Page Tools