Wikipedieng Wikipedieng

Ensiklopedia di Hyang

User Tools

Site Tools


gua-jaran

Gua Jaran

Gua Jaran merupakan salah satu gua alami yang masih melegenda di Dieng. Gua ini berada di area Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Untuk masuk menuju area Gua Jaran hanya cukup membayar tiket Telaga Warna saja. Gua Jaran memang letaknya tersembunyi yaitu di area hutan kecil diantara Telaga Warna dan Telaga Pengilon, jadi Jika belum membaca beberapa referensi tempat wisata saat ingin berkunjung ke Dieng, sayang sekali tempat wisata ini sering terlewatkan.

Cara menuju gua

Dari pintu masuk Telaga Warna (pintu masuk lama) pengunjung akan menemukan dua buah jalan yaitu jalan menuju Kawah Sikendang (belok kiri) dan jalan lurus menuju arah Gua. Pilihlah jalan yang mengarah ke arah gua, jalan ini berupa jalan setapak namun agak lebar yang berada di samping kanan persis Telaga Warna. Jalanan tersebut sangat rindang karena masih banyak terdapat pohon besar yaitu berupa pohon akasia, pohon puspa dan bunga terompet. Setelah kurang lebih berjalan 100 meter, tibalah di tepian Telaga Pengilon yang ditumbuhi semak dengan jalan setapak lebih kecil melengkung ke arah kiri menuju ke dalam hutan.

Sesampainya di batu tulis Anda Akan menemukan 2 buah jalan menyimpang yaitu ke arah kiri dan arah kanan. Dua jalur tersebut merupakan jalur lingkar menuju gua. Namun agar lebih dahulu menemukan Gua Jaran, ambil saja jalur yang berada di sebelah kiri. Dari jalanan yang cukup kecil ini, pengunjung bisa menyaksikan juga keindahan Telaga Warna dengan warna hijau muda. Setelah berjalan kurang lebih 50 meter sampailah di Gua Jaran dengan gazebo yang ada di bibir Gua. Di pintu masuk sebelah kiri juga terdapat arca serta cerita pendek dari Gua Jaran ini.

Cerita Gua Jaran

Gua Jaran memiliki ukuran kecil. Gua ini berada diantara bongkahan 2 buah batu besar dengan lorong menjorok ke dalam, semakin masuk semakin mengecil ruangannya. Lebarnya hanya cukup untuk masuk satu orang saja. Bahkan untuk keluar gua lagi agak sulit. Gua ini tidak dijaga juru kunci seperti Gua Semar, tidak pula ada pengaman tralis nya. Di gazebo Gua Jaran disediakan juga sedikit tempat duduk sebagai area untuk beristirahat.

Asal nama

Nama Gua Jaran berasal dari cerita lama yang sudah melegenda yang diceritakan berulang-ulang secara turun-temurun hingga saat ini. Jaran adalah nama sebuah hewan yang diambil dari Bahasa Jawa yang berarti kuda. Cerita ini berawal ketika hujan lebat ada seekor kuda yang sedang kebingungan mencari tempat berteduh. Kuda ini terus berjalan kesana kemari, namun setelah beberapa saat kuda tersebut menemukan tempat berteduh yang nyaman dan lumayan besar (cukup sebagai tempat berteduh). Tidak terasa kuda ini menginap semalaman, kemudian pada keesokan harinya keluar gua, namun siapa sangka setelah semalam berteduh di Gua kuda tersebut bunting padahal hanya sendiri di dalam gua tersebut.

Inilah cerita yang telah berkembang di masyarakat seputar Gua Jaran. Dari cerita di atas ada yang menjadikan gua ini sebagai tempat spiritual bagi yang memiliki keinginan tertentu dan ada juga yang menjadikannya hanya sebagai tempat petilasan atau destinasi wisata saja yang lokasinya memang nyaman dengan udara segar dan sangat teduh.


Page Tools