Wikipedieng Wikipedieng

Ensiklopedia di Hyang

User Tools

Site Tools


flora

Flora

Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang berbukit dengan udara dingin tentu ada flora atau jenis tumbuh-tumbuhan yang hidup di wilayah ini.

Daftar Flora

Sayur mayur dan buah

FloraBanyak dijumpaiJarang ditemukan
Kentang sayur-
Kentang ungu-
Kentang merah-
Carica-
Kemar-
Purwaceng-
Wasabi-
Kacang dieng-
Jamur champignon-
Kubis-
Kol ungu-
Brokoli-
Brusslelsprout-
Wortel-
Buah Bit-
Cabe gendot-
Buah berry-

Kentang Dieng. Hampir semua wilayah di Dieng Plateau ditanami kentang sehingga kentang menjadi komoditas utama pertanian di Dieng yang hasil panennya di ekspor ke berbagai daerah di wilayah Indonesia. Kentang Dieng memang memiliki rasa dan tekstur yang khas yaitu lebih lembut dan ketika mentah saat dipanen kulitnya bersih dan jarang terdapat tanah yang menempel sehingga sangat menyenangkan bila dilihat. Ada pasar khusus kentang Dieng yang terletak di Binangun yaitu Pasar Kentang Wringinanom. Lokasinya di tepi jalan raya besar Kertek - Wonosobo.

Selain kentang kuning, juga terdapat jenis kentang yang memiliki kulit merah dan ungu. Rasa dan bagian dalamnya hampir sama dengan kentang kuning biasa namun lebih pulen jika direbus dan lebih cepat kering jika di goreng. Kentang merah atau ungu ini memiliki harga lebih mahal karena sedikit petani yang membudidayakan karena lebih sulit perawatannya dan kentang ini hanya dijual untuk wisatawan di kios tempat wisata Dieng.

Carica. Merupakan salah satu jenis flora di Dieng yang masih banyak ditemukan. Pohon yang mirip dengan pohon pepaya ini bisa Anda saksikan mulai dari Gardu Pandang Tieng hingga ke pusat Dieng. Carica ditanam sebagai tanaman pendamping sayur mayur dan kentang. Dulu tanaman ini dipandang sebelah mata namun kini banyak orang yang mencarinya untuk kebutuhan home industri.

Kemar. Nama lain dari kemar adalah terung belanda. Buahnya ungu dan pohon memiliki banyak cabang. Tanaman ini juga banyak ditemukan di Dieng. Selain dijual mentah di area wisata, kemar juga di kirim ke luar daerah.

Purwaceng. Merupakan salah satu jenis tanaman yang jarang dijumpai. Meskipun bentuknya mirip seperti rumput semak namun purwaceng memiliki khasiat yang luar biasa. Pembudidayaannya lumayan sulit dan masa panennya sekitar 1 tahun inilah yang menyebabkan petani Dieng jarang yang menanamnya sehingga harganya sangat tinggi.

Wasabi. Meskipun sebagai tanaman yang tidak banyak dikonsumsi oleh orang lokal, wasabi masih banyak dijumpai di Dieng bahkan bisa tumbuh dengan bagus dan dirawat dengan baik. Hasil panen dari wasabi biasanya di ekspor ke Jepang, karena tanaman ini juga berasal dari Jepang dan banyak dibutuhkan disana. Lokasi untuk penanaman wasabi antara lain di area Telaga Merdada, Kawah Sileri serta yang paling banyak adalah disekitar Air Terjun Sikarim.

Kacang Dieng. Kacang ini sering disebut kacang babi karena bentuk polongnya mirip hewan babi. Kacang Dieng masih banyak dijumpai di pematang sawah tanaman kantang yaitu sebagai tanaman pendamping.

Jamur Champignon. Ketika PT. Dieng Jaya masih beroperasi kala itu, jamu Dieng atau jamur champignon dibudidayakan secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan pabrik yang produknya adalah jamur kaleng. Produksi Jamur Dieng ini berskala internasional karena produknya di ekspor ke mancanegara dengan memiliki ribuan karyawan. Namun kini perusahaan tersebut telah bangkrut sehingga jamur Dieng hanya dibudidayakan oleh orang lokal Dieng untuk memenuhi kebutuhan pasar setempat. Budidaya jamur Dieng yang masih banyak ditemukan adalah di daerah sekitar Desa Karangtengah Batur.

Kubis dan wortel. Dua sayuran ini adalah jenis tanaman yang banyak ditemui dimana saja. Dieng juga cocok untuk tanaman kubis dan wortel, keberadaannya juga masih banyak. Namun sayuran tersebut seringkali mengalami ketidakstabilan harga jual.

Kol ungu dan brusselsprout. Tanaman sayuran ini dulunya ada banyak karena memang dibudidayakan secara serius di Dieng sejak masih banyak orang asing yang ada disini yaitu tepatnya saat PT. Dieng Jaya masih ada karena banyak tenaga asing di perusahaan tersebut. Namun kini sudah jarang sekali ditemukan dan petani Dieng belum membudidayakannya kembali.

Buah bit. Lokasi penanaman buah bit yang masih sering ditemukan ialah di dekat gapura masuk kawah sileri dan ada juga di sekitar Candi Arjuna.

Cabe gendot adalah cabe super pedas di Dieng. Bentuknya seperti namanya yaitu gendut atau gemuk tidak memanjang seperti biasanya. Cabe ini bukan paprika yang justru miliki rasa agak manis dan buahnya pun lebih kecil. Cabe gendot biasa di buat sayur oseng dicampur tempe atau daging adapula yang menjadikannya keripik cabe gendot. Flora ini masih banyak dijumpai di area ladang pertanian Dieng.

Buah berry masih banyak ditemukan di Dieng Plateau yaitu di semak-semak lereng gunung ataupun di puncak pegunungan Dieng. Biasanya yang sering banyak menjumpai buah ini adalah para pendaki.

Tanaman bunga dan pohon perdu

FloraBanyak dijumpaiJarang ditemukan
Edelwies-
Tulip-
Cala lili-
Daisy-
Dandelion-
Chrisant-
Hortensia-
Gondopuro-
Eucalyptus-
Kantong semar-
Kecubung-
Cantigi-
Perytrum-
Pinus-
Tengsek-
Mimosa-
Puspa-
Sarangan-
Pakis-
Akasia-

Edelweis merupakan salah satu bunga yang masih banyak dijumpai di wilayah Dieng. Tanaman ini tumbuh subur dan banyak dipuncak-puncak Gunung seperti di Gunung Prau, Bismo, Pakuwojo dan tempat lainnya. Bunga ini tidak bisa dibawa pulang atau dipetik kareba termasuk ke dalam jenis flora dilindungi.

Tulip adalah bunga yang berasal dari Belanda namun dulu juga dibudidayakan dan tumbuh dengan baik di Dieng yaitu disebelah kanan jalan di area wana wisata petak 9. Tapi kini sudah tidak ditemukan lagi diwilayah tersebut.

Cala lili, hortensia, krisan adalah bunga yang mudah ditemukan di Dieng karena pembudidayaannya sangat mudah cocok dengan udara Dieng.

Daisy merupakan salah satu bunga dengan ukuran kecil berwarna pink yang biasanya dengan mudah ditemukan ditepi jalan, tebing ladang pertanian serta di puncak gunung. Bunga tersebar diseluruh wilayah Dieng.

Akasia merupakan tanaman keras yang masih banyak ditemukan di semua pegunungan di Dieng. Tanaman ini memiliki daun hampir mirip dengan pohon albasia namun pohonnya lebih kecil dan rimbun.

Puspa adalah tanaman keras yang memiliki bunga harum. Pohon ini masih sering dijumpai di area objek wisata Dieng. Struktur pohonnya besar dan rindang serta memiliki bunga banyak berwarna putih. Area yang ditumbuhi pohon puspa yaitu di kawasan Telaga Warna, samping Samping Pendopo Soeharto Whitlem, serta banyak ditemukan di jalan menuju Telaga Dringo.

Pakis merupakan salah satu flora yang masih banyak di temukan di area Dieng. Pakis disini termasuk jenis pakis hutan yang memiliki batang tinggi. Wilayah yang paling banyak ditumbuhi pakis adalah di sekitar Air Terjun Sikarim dan Gunung Bisma.

Tengsek adalah salah satu tanaman yang sudah jarang ditemukan di Dieng. Kayu ini banyak dicari orang karena memiliki berbagai ragam manfaat baik untuk kepentingan pribadi ataupun koleksi.


Page Tools