Wikipedieng Wikipedieng

Ensiklopedia di Hyang

User Tools

Site Tools


energi-panas-bumi

Energi Panas Bumi

Dieng merupakan salah satu titik di Propinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi sumber energi panas bumi. Adapun alasannya karena Dieng merupakan daerah dengan kontur pegunungan, memiliki banyak sumber air panas, solfatara1) , Fumarole 2) dan bebatuan. Sumber energi panas bumi Dieng terletak di dua wilayah kabupaten yaitu Kecamatan Kejajar (Wonosobo) dan Kecamatan Batur (Banjarnegara). Pemanfaatan energi panas bumi ini digunakan sebagai pembangkit listrik.Untuk memanfaatkan sumber energi panas Dieng yaitu dengan cara melakukan pengeboran sumur sedalam 1.500 meter hingga 2.000 meter kemudian energi panas bumi yang telah di bor akan dialirkan dengan menggunakan pipa menuju ke pengolahan energi selanjutnya.

Pipa-pipa gas serta sumur pengeboran tersebar di wilayah Dieng Wonosobo dan Banjarnegara. Untuk wilayah Wonosobo, pipa gas ini bisa dilihat saat menuju Desa Sembungan ketika ingin menyaksikan sunrise. Disepanjang jalan menuju Desa Sembungan terdapat beberapa titik pengeboran dan dilalui oleh pipa gas yaitu di wilayah Desa Sikunang. Kemudian sebelum Desa Sikunang terdapat juga Power Plant yang terletak di kanan jalan, kalau dilihat dari kejauhan berupa tabung-tabung besar dengan uap panas putih di atasnya. Setelah melewati Desa Sikunang juga ada induk PLN. Kemudian saat memasuki Desa Sembungan tepatnya di gapura desa belok ke kiri juga ada pengeboran sumber panas lagi di beberapa titik. Selain itu tersebar juga di kawasan area Dieng Plateau Theater dan disekitar lereng Gunung Pakuwojo. Beberapa titik sumur pengeboran di atas ada yang masih aktif atau sudah tidak digunakan lagi mungkin karena tekanan gas yang berkurang.

Untuk sumber energi panas Dieng yang berada di Kabupaten Banjarnegara juga ada di beberapa titik. Kantor dari PT. Geo Dipa Energi tersebut terletak di jalan menuju Desa Kepakisan setelah Gangsiran Aswatama dengan area yang sangat luas. Pipa-pipa gas semakin sering di lihat ketika memasuki area Kawah Sileri karena disitulah daerah yang memiliki energi panas bumi kuat sehingga banyak ditemukan pengeboran sumur di kanan kiri jalan di area lahan pertanian. Kemudian ada juga sumur yang berada di Desa Karangtengah yaitu di daerah Telaga Merdada.

Sejarah singkat

Pengembangan energi panas bumi Dieng sebenarnya sudah dilakukan sejak lama yaitu ketika pemerintah Hindia Belanda masih berkuasa di Indonesia. Pada tahun 1928 telah dilakukan beberapa pengeboran sumur dangkal, namun proyek tersebut tidak dikembangkan lebih lanjut. Kemudian pada tahun 1964 UNESCO menetapkan bahwa Dieng merupakan salah satu wilayah sebagai sumber panas bumi yang sangat berpotensi. Kemudian barulah dilakukan proses pengembangan energi panas bumi yang dikelola langsung putra bangsa dari PT. Geo Dipa Energi dengan melakukan pengeboran sumur lebih banyak di area Dieng Plateau hingga kini.

Manfaat

Selain terkenal akan destinasi yang menyejukkan pandangan, Dieng memiliki potensi alam yang luar biasa yaitu sebagai sumber energi panas bumi. Sumber energi tersebut dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik yang total energi panas listrik di sekitar Dieng bisa mencapai kurang lebih 400MW. Selain itu juga dimanfaatkan sebagai tempat kunjungan industri untuk wisata edukatif serta dikembangkan untuk geowisata3). Dengan adanya sumber panas bumi Dieng juga membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar Dieng.

Catatan kaki

1)
Merupakan fumarol yang mengeluarkan gas-gas oksida belerang, sebagai contoh SO2 dan SO3
2)
Adalah lubang yang ada di kerak bumi.yang mengeluarkan uap dan gas, seperti karbon dioksida, belerang dioksida, asam klorida dan hidrogem sulfida
3)
Pariwisata minat khusus seperti penelitian tentang gunung berapi

Page Tools