17 Tempat wisata Dieng terbaik sepanjang masa

17 Tempat wisata Dieng terbaik versi Wikipedieng

Diposting pada

Tempat wisata Dieng letaknya berada di dua wilayah kabupaten yaitu Wonosobo dan Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Objek wisata yang banyak dijumpai di Dieng Plateau ialah wisata alam contohnya telaga, kawah, sunrise, sunset maupun pendakian.

Selain kaya akan wisata alam, Dieng juga memiliki ragam tempat wisata lainnya seperti wisata sejarah, kuliner dan budaya. Pariwisata di Dieng yang mencakup sejarah adalah peninggalan kuno yaitu Candi Dieng.

Dari semua destinasi di Dieng ada 17 tempat wisata terbaik versi Wikipedieng yang bisa dikunjungi wisatawan setiap saat.

Tempat wisata populer

Dieng memiliki tempat wisata populer yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Objek wisata ini memiliki akses jalan yang mudah dengan harga tiket wisata Dieng terjangkau untuk wisatawan lokal.

Jarak dari destinasi wisata satu dengan lainnya juga tidak terlalu jauh sehingga bisa dikunjungi di hari yang sama. Berikut sederet tempat wisata populer di Dieng sebagai rekomendasi untuk merancang jadwal perjalanan ke Dieng.

Bukit Sikunir

Bukit Sikunir
Bukit Sikunir, Foto: Wikipedieng.com

Bukit Sikunir adalah salah satu tempat wisata di Dieng yang digunakan untuk melihat matahari terbit. Setiap pagi banyak wisatawan yang berkunjung ke Bukit Sikunir.

Biasanya mereka sudah berangkat pukul 03.00 pagi dini hari dari penginapan Dieng. Untuk menyaksikan sunrise pengunjung perlu mendaki bukit terlebih dahulu sekitar 40 menit dengan medan menanjak.

Saat ini akses naik ke Bukit Sikunir sudah cukup mudah karena sudah dibuat tangga semi permanen serta lampu penerangan.

Suhu pagi hari di area Bukit Sikunir sangat dingin, jadi pengunjung perlu memakai jaket tebal, penutup kepala, sarung tangan, air mineral serta sepatu senyaman mungkin untuk mendaki. Jarak Bukit Sikunir kurang lebih 10 km dari pusat Dieng dan 34 km dari pusat Kota Wonosobo.

Telaga Warna

Telaga Warna
Objek wisata Telaga Warna Dieng, Foto: Wikipedieng.com

Telaga Warna adalah icon wisata Dieng sejak dulu. Telaga Warna telah menarik banyak pengunjung karena keindahanya. Bila telaga ini dilihat dari permukaan akan muncul gradasi warna yang unik seperti warna hijau, biru, kuning, silver, coklat dan ungu.

Warna-warna ini disebabkan karena pantulan sinar matahari yang mengenai permukaan air yang mengandung belerang / sulfur. Untuk mendapatkan pemandangan Telaga Warna yang cantik pengunjung bisa naik bukit disekitar telaga. Telaga Warna berada di pusat Dieng jadi sangat mudah untuk di jangkau.

Batu Ratapan Angin

Batu Ratapan Angin
Batu Ratapan Angin, Foto: Wikipedieng.com

Batu Ratapan Angin adalah salah satu objek wisata di Dieng yang sering dikunjungi, karena destinasi ini memiliki pemandangan yang jarang ditemui di tempat wisata lain.

Pemandangan yang bisa disaksikan dari destinasi ini adalah panorama Telaga Warna dan Telaga Pengilon dengan latar belakang Gunung Prau. Karena lokasinya berada di lahan pertanian yang berbukit, pengunjung perlu menaiki tangga batu sedikit hingga sampai atas.

Untuk memasuki tempat wisata Batu Ratapan Angin perlu membayar biaya tiket sebesar Rp10.000. Adapula wahana permainan lainnya berupa flying fox dan jempatan gantung (jembatan merah putih) yang bisa Anda coba.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang
Kawah Sikidang Dieng, Foto: Wikipedieng.com

Kawah Sikidang merupakan salah satu kawah terkenal yang ada di Dieng karena mudah dijangkau serta berada di pusat Dieng. Kawah Sikidang mengandung belerang yg cukup pekat jadi di kawasan tempat wisata ini pengunjung perlu memakai masker. Jika tidak bawa masker banyak warga yang menjualnya di area kawah.

Pengunjung bisa menyaksikan kawah utama yang berisikan lava cair berwarna abu-abu tua dengan asap putih yang tebal. Adapula kawah-kawah kecil dengan suara desisan di sepanjang perjalanan menuju area kawah utama.

Tidak hanya melihat aktivitas vulkanik saja pengunjung jika bisa berfoto bersama kuda, naik motor atau mobil jeep.

Candi Arjuna

Candi Arjuna
Candi Arjuna Dieng, Foto: Wikipedieng.com

Candi Arjuna merupakan tempat wisata di Dieng berupa benda peninggalan sejarah. Lokasinya sangat strategis bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari pertigaan Dieng.

Candi Arjuna merupakan tempat dimana ada beberapa bangunan candi yang telah dibangun sejak sekitar abad ke 7-8 setelah masehi. Candi ini merupakan candi yang beraliran Hindu namun ukurannya tidak sebesar Candi Prambanan yang ada di Jogja.

Uniknya komplek Candi Arjuna dibangun tepat di tengah-tengah Plateau Dieng yang dikelilingi pegunungan. Udara yang sejuk saat siang hari bahkan di tempat wisata ini sering muncul embun upas saat musim kemarau tiba.

Ada 5 buah candi di tempat wisata ini yaitu Candi Arjuna, Candi Puntadewa, Candi Srikandi, Candi Sembadra dan Candi Semar.

Instagramable

Dieng juga memiliki beberapa tempat wisata yang instagramable. Tempat wisata ini biasanya digandrungi oleh kaula muda untuk mendapatkan hasil foto yang bagus dan akan dibagikan oleh mereka di Instagram.

Tempat wisata instagramable di Dieng memang memiliki daya tarik tersendiri dan tempatnya berbeda dengan destinasi wisata populer lainnya.

Tempat wisata ini lebih sulit dijangkau untuk semua kalangan karena diharuskan melakukan pendakian terlebih dahulu. Inilah daftar tempat wisata instagramable di Dieng yang perlu Anda kunjungi:

Gunung Prau

Gunung Prau
Gunung Prau Dieng, Foto: Wikipedieng.com

Gunung Prau adalah puncak tertinggi yang ada di Dieng. Tingginya mencapai 2.566 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Tidak semua kalangan wisatawan bisa menjangkau tempat wisata di Dieng ini hanya yang memiliki fisik yang kuat serta yang memiliki hobi naik gunung.

Untuk sampai puncak memerlukan waktu mendaki selama kurang lebih 3-4 jam dengan medan menanjak dan terjal. Dari puncak Gunung Prau inilah wisatawan bisa mendapatkan foto bagus yang bisa diupload di sosial media diantaranya : foto sunrise, Bukit Teletubbies dan hamparan bunga daisy.

Padang Savana

Padang Savana
Padang Savana, Pangonan Dieng. Foto: Wikipedieng.com

Padang savana menjadi tempat yang sering digunakan untuk mendapatkan background foto yang bagus tempat ini banyak diminati oleh kaula muda. Padang Savana merupakan hamparan rumput luas yang terletak di tengah-tengah Gunung Pangonan.

Nuansanya begitu damai dan sedikit orang yang mengetahuinya karena terletak jauh dari pemukiman penduduk. Untuk menjangkau Padang Savana pengunjung perlu mendaki bukit selama kurang lebih 1 jam.

Saat musim penghujan rumput yang ada di area ini berwarna hijau muda dan ketika musim kemarau padang rumputpun berubah warna menjadi coklat keemasan. Pos pendakian menuju Padang Savana Dieng berada di Desa Karangsari, Dieng Kulon yang berjarak 1 km dari pertigaan Dieng.

Bukit Sidengkeng

Bukit Sidengkeng
Bukit Sidengkeng, Plateau Dieng. Foto: Wikipedieng.com

Bukit Sidengkeng merupakan salah satu bukit dimana digunakan untuk melihat keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari ketinggian. Lokasinya berada dalam kawasan Wana wisata Petak 9.

Dari atas bukit ini akan terlihat dua telaga dengan warna yang lebih pekat. Apalagi dengan latar belakang Gunung Sindoro. Selain sebagai tempat untuk menyaksikan telaga, Bukit Sidengkeng juga bisa untuk melihat matahari terbit dan lokasi camping.

Untuk menuju puncak bukit membutuhkan perjalanan mendaki yaitu sekitar 20-30 menit.

Jarang dikunjungi

Tempat wisata yang jarang dikunjungi di Dieng bukan berarti tempatnya kurang bagus namun ada beberapa kendala seperti jalan menuju destinasi tersebut yang masih sulit dijangkau dengan kendaraan.

Sebagian besar kendalanya adalah lokasinya kurang strategis bahkan jauh dari pusat Dieng. Destinasi yang jarang dikunjungi di Dieng ini justru memiliki pemandangan yang bagus dan langka.

Areanya masih asri karena tidak banyak wisatawan berkunjung ketempat wisata tersebut. Berikut sederet tempat wisata di Dieng yang jarang dikunjungi, bisa juga sebagai bahan untuk mengulang jadwal perjalanan wisata Anda ke Dieng.

Telaga Dringo

Telaga Dringo
Telaga Dringo, Foto: Wikipedieng.com

Telaga Dringo merupakan destinasi wisata yang berada di zona 2. Lokasinya satu pintu masuk dengan Kawah Candradimuka. Telaga Dringo memiliki pandangan langka dan cantik, areanya juga masih asri karena jarang tersentuh wisatawan.

Meskipun begitu, Telaga Dringo adalah destinasi wisata Dieng yang jarang dikunjungi karena ada beberapa faktor diantaranya jalan menuju area telaga masih sulit dan sedikit rusak, areanya jauh dari pusat Dieng serta memang wisatawan itu sendiri belum mengetahui keberadaan telaga ini.

Banyak orang yang mengatakan bahwa Telaga Dringo mirip seperti Ranukumbolo yang ada di Bromo. Pemandangan disekitar area telaga sangat bagus karena dikelilingi bukit dan gunung.

Di kawasan Telaga Dringo juga sering digunakan sebagai tempat camping yang nyaman. Akses ke daratan yang direkomendasikan menuju tempat wisata ini hanya kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi yang kecil karena kondisi jalan sempit.

Telaga Merdada

Telaga Merdada, Foto: Wikipedieng.com

Telaga Merdada lokasinya di destinasi wisata Dieng zona 2. Tempat wisata ini termasuk jarang dikunjungi, bukan karena jalannya sulit namun lokasinya yang tidak di tepi jalan jadi wisatawan jarang yang mengetahuinya.

Pemandangan yang disaksikan juga bagus karena posisi telaga terletak dikelilingi perbukitan. Kini pengunjung bisa menikmati suasana Telaga Merdada dari gazebo yang sudah dibangun oleh pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang terletak di tepian telaga.

Kawah Candradimuka

Kawah Candradimuka
Kawah Candradimuka, Foto: Wikipedieng.com

Kawah Candradimuka merupakan kawah aktif yang ada di Dieng Plateau. Kawah ini tidak seperti Kawah Sikidang yang memiliki kapundan kawah lebar namun berukuran kecil yang berada di tebing.

Untuk melihat aktivitas kawah dari jarak dekat pengunjung harus menuruni tangga terlebih dahulu.

Baunya sangat menyengat dan berasap jadi wajib memakai masker. Akses menuju Kawah Candradimuka lumayan sulit jadi pengunjung perlu berhati-hati.

Sumur Jalatunda

Sumur Jalatunda adalah tempat wisata di Dieng yang terbentuk akibat letusan vulkanik, Sumur ini berbentuk seperti palung yang menjorok ke dasar bumi.

Diameternya mencapai 50 meter dengan tebing batu yang curam dan ditumbuhi semak belukar. Pengunjung hanya bisa menyaksikan Sumur Jalatunda dari bangunan kecil terbuka yang berada atasnya.

Untuk menuju gazebo yaitu tempat dimana bisa menyaksikan sumur Jalatuda, pengunjung harus berolah raga ringan terlebih dahulu dengan menaiki puluhan anak tangga.

Suasana di sumur ini sangat hening karena jauh dari keramaian, yang akan sering Anda saksikan adalah para petani sekitar yang sedang bercocok tanam di sekitarnya.

Untuk memasuki tempat wisata Sumur Jaltunda hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 5.000 /orang. Jaraknya dari pusat Dieng yaitu 7,2 km dan bisa ditempuh selama 20 menit.

Akses jalan yang dilalui sangatlah mudah karena gerbang masuk terletak persis di tepi jalan raya Kepakisan.

Candi Dwarawati

Candi Dwarawati
Candi Dwarawati, Foto: Wikipedieng.com

Candi Dwarawati merupakan salah satu candi di Dieng yang jarang diketahui keberadaannya oleh wisatawan karena lokasinya masuk desa.

Candi ini terlihat sangat asri karena dibangun disekitaran ladang pertanian sayur mayur dan kentang. Sebenarnya di area Candi Dwarawati dulunya terdapat dua buah candi namun kini hanya tinggal satu candi yang masih berdiri.

Candi ini memiliki pintu masuk berukuran kecil yang menghadap ke arah barat. Untuk memasuki area Candi Dwarawati Anda tidak perlu membayar karena tidak ada penjaga tiket masuk ditempat tersebut.

Tidak boleh dikunjungi

Tidak semua tempat wisata Dieng boleh dikunjungi wisatawan umum. Bukan karena lokasinya terpencil ataupun akses yang tidak memadai namun karena ada hal lain diantaranya adalah tempat tersebut mengandung racun berbahaya.

Perlu Anda ketahui Dieng adalah sebuah pegunungan aktif yang areanya sangat luas, ada banyak aktivitas vulkanik yang masih aktif hingga kini.

Kawah-kawah di Dieng tidak semuanya mengandung sulfur namun ada zat senyawa lain. Ada dua buah tempat di Dieng yang tidak boleh dikunjungi yaitu Kawah Timbang dan Kawah Sinila. Kedua kawah ini mengandung zat beracun yaitu CO2 dan H2S.

Tempat wisata baru

Tempat wisata baru di Dieng merupakan tempat wisata yang belum lama dibuka dan dikelola oleh swasta. Ada beberapa tempat wisata di Dieng yang dibangun di lahan milik mereka sendiri yaitu sebuah ladang pertanian yang dialih fungsikan sebagai destinasi wisata.

Adapula yang memanfaatkan aktivitas vulkanik Dieng menjadi sebuah taman rekreasi berupa kolam renang air hangat yang airnya langsung diambil dari dalam bumi. Inilah beberapa daftar tempat wisata baru di Dieng yang bisa Anda dikunjungi.

Batu Angkruk

Batu Angkruk merupakan destinasi yang ada di dataran tinggi Dieng, lebih tepatnya berada di jalan Raya Dieng km 24. Tempat wisata ini terletak di tepian jalan raya sehingga mudah untuk dijangkau.

Batu Angkruk di kembangkan di lahan pertanian dengan pemandangan utama Gunung Sindoro serta perbukitan yang ada disekitarnya. Batu Angkruk juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk menanti matahari terbit yang bisa disaksikan lansung dari atas jembatan kaca.

D-qiano Water park

D-qiano Water Park adalah wahana rekreasi buatan berupa kolam renang air panas yang terletak dekat dengan Kawah Sileri. Tempat wisata ini cukup luas dengan 2 buah kolam renang besar yaitu kolam khusus untuk anak-anak yang dilengkapi permainan dan kolam untuk dewasa.

Fasilitas yang didapat cukup lengkap yaitu ruang ganti, kamar mandi, cafe dan homestay. Selain bisa berenang di kolam air hangat ini, pengunjung juga bisa menyaksikan pemandangan alam berupa pegunungan yang mengelilingi.

D-qiano Water Park merupakan kolam renang out door dengan biaya masuk Rp 25.000 untuk weekday dan Rp 35.000 untuk akhir pekan.

Tempat wisata indoor

Tidak semua tempat wisata di Dieng berada di alam terbuka, ada juga destinasi wisata indoor atau di dalam ruangan diantaranya adalah Theater dan Museum Purbakala.

Tempat wisata indoor ini bisa menjadi alternatif pengunjung saat cuaca tidak mendukung karena hujan.

Tempat wisata indoor yang ada di Dieng akan memberikan pengetahuan luas kepada wisatawan tentang Dieng maupun sebagai tempat menyimpan benda-benda sejarah.

Dieng Theater

Dieng Plateau Theater
Dieng Theater, Foto: Wikipedieng.com

Dieng Plateau Theater adalah salah satu destinasi wisata indoor di Dieng. Letaknya diarea wisata Zona 1 dekat dengan wisata Batu Ratapan Angin.

Tempat wisata ini menyajikan tayangan audio visual tentang Dieng diantaranya letak Dieng, geografis, destinasi, sejarah Dieng dan budaya.

Museum Kailasa

Museum Kailasa adalah salah satu destinasi di Dieng sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda sejarah yang telah ditemukan oleh arkeolog maupun penduduk setempat.

Benda bersejarah yang disimpan di museum ini berupa arca maupun prasasti yang dilengkapi dengan penjelasan secara detail. Ada juga ruangan khusus audio visual yang menayangkan sejarah candi Dieng dengan durasi 15 menit.

Tinggalkan Balasan