Wikipedieng Wikipedieng

Ensiklopedia di Hyang

User Tools

Site Tools


candi-wisanggeni

Candi Wisanggeni

Candi Wisanggeni merupakan sebuah temuan purbakala baru. Candi ini tidak ditemukan oleh orang Belanda pada tahun 1814 namun ditemukan oleh seorang warga Dieng1) yang kebetulan menjadi staf UPTD Pariwisata Dieng pada Bulan September tahun 2013 silam. Yang menyandangkan nama dari Candi Wisanggeni adalah Wakil Bupati Banjarnegara2) yang sedang memimpin kala itu. Mengapa dinamakan dengan Wisanggeni karena untuk menyelaraskan nama-nama candi lainnya yang ada di Dieng yaitu berasal dari cerita Epos Mahabarata.

Candi Wisanggeni berukuran sangat kecil dibandingkan dengan candi Dieng lainnya. Jika dilihat secara seksama peninggalan sejarah yang telah ditemukan ini membentuk seperti atap candi, kemudian badan dan kaki candi belum ditemukan keberadaannya. Candi Wisanggeni menduduki rekor sebagai candi tertinggi di Dieng karena berada di Gunung Pangonan yang memiliki ketinggian 2.308 meter di atas permukaan laut Mdpl. Tentu lokasinya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan letak Candi Arjuna yang berada di 2.100 meter di atas permukaan laut Mdpl.

Untuk menjangkau Candi Wisanggeni pengunjung perlu melakukan pendakian setidaknya 1 jam perjalanan melalui jalan setapak menuju Gunung Pangonan dari arah Museum Kailasa melewati area pertanian kentang. Diujung perbatasan antara lahan pertanian dengan hutan gunung, medan mulai menanjak dan banyak ditumbuhi pohon akasia. Posisi candi terletak hampir di puncak gunung yang nantinya ditemukan tanda panah ke arah candi yang ada di sebelah kanan jalan.

Letak

Candi Wisanggeni terletak bukan disebuah pedesaan ataupun dilahan yang luas dan datar namun berada di atas Gunung Pangonan, tepatnya ada di sebelah kanan punggung gunung.

1)
Bapak Saroji
2)
Bapak Hadi Supeno

Page Tools