Wikipedieng Wikipedieng

Ensiklopedia di Hyang

User Tools

Site Tools


candi-dieng

Candi Dieng

Candi Dieng Komplek percandian Dieng telah menjadi cagar budaya dan objek wisata mampu menyedot arus wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Tahun 1995, kawasan itu mampu menarik 32.355 wisatawan mancanegara dan 100.161 wisatawan nusantara. 1)

Dataran tinggi Dieng tidak hanya dikenal sebagai daerah kunjungan wisata alam yang memiliki pemandangan khas berupa pegunungan saja namun daerah ini juga kaya akan peninggalan sejarah purbakala. Salah satu peninggalan sejarah yang ada di Dieng adalah berupa bangunan Candi. Candi-candi yang ada di Dieng terletak di kawasan situs purbakala baik yang berada di lembah maupun puncak perbukitan. Kawasan purbakala ini terletak di dua kabupaten yaitu Banjarnegara dan Wonosobo.

Candi Dieng merupakan candi beraliran hindu tertua di Pulau Jawa yang diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ke delapan hingga pertengahan abad ke sembilan. Candi yang ada di Dieng memiliki ukuran yang kecil dan letaknya menyebar. Tidak banyak di hiasi oleh relief pada setiap dindingnya bahkan tidak ada pahatan cerita rakyat seperti yang ada di dinding Candi Borobudur.

Hampir semua candi ditemukan di Dieng memiliki bentuk empat persegi (persegi empat dan persegi panjang). Sebagian besar candi di Dieng memiliki pintu masuk yang dihiasi oleh ukiran kala di atas pintu dan makara di bagian kaki candi.

Sejarah

Jarang sekali bahkan belum ditemukan prasasti yang menuliskan tentang candi Dieng secara detail. Menurut bentuknya candi di Dieng merupakan Candi Hindu Syiwa2). Candi-candi yang ada di Dieng dibangun dimasa yang berlainan dan diperkirakan pada tahun 750 hingga tahun 850 yaitu pada pertengahan abad ke-83) dan pertengahan abad ke-94).

Diperkirakan oleh ilmuan, candi Dieng tidak digunakan lagi atau tidak ada penduduk yang tinggal disana dari sekitar tahun 900 M hingga tahun 1.600 M. Disaat Indonesia masih di jajah Belanda yaitu pada tahun 1.815, Gubernur Rafles menyuruh Kapten Cornelius bergantian dengan Kapten Baker untuk melakukan penelitian tentang candi-candi yang ada di Dieng.

Pada saat candi Dieng ditemukan pertama kali setelah peradaban lama menghilang5), area candi digenangi air sehingga membentuk sebuah rawa. Kemudian pada tahun 1.866 Van Kinsbergen melakukan usaha untuk mengeringkan area candi dan dilanjutkan oleh Ngenieur dan Meyer kemudian dilanjutkan oleh Leydie Melville.

Van Kinsbergen membuat saluran pembuangan air ke Telaga Balekambang, kemudian dialirkan ke Telaga Terus. Usaha ini tidak berhasil karena air telur mengalir dari lereng-lereng pegunungan sekitar menuju candi. Kemudian dibuatlah saluran air melingkari rawa dan membuat kanal air besar yang kita kenal dengan Gangsiran Aswatama6) dengan kedalaman hingga 12 meter untuk membuang air di rawa yang dialirkan menuju Jurang Dholog7).

Pada tahun 1953 candi-candi di Dieng mulai diperbaiki strukturnya karena sudah mulai rusak bangunannya dan belum terawat dengan baik.

Kelompok candi

KelompokNama candi
Candi DwarawatiCandi Dwarawati dan Candi Parikesit
Candi ArjunaCandi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra
Candi GatotkacaCandi Setyaki, Candi Candi Petruk, Candi Antareja, Candi Gareng, Candi Nakula, Candi Sadewa dan Candi Gatotkaca
Candi BimaCandi Bina
Candi MagersariCandi Magersari, Candi Pandu dan Candi Abiyasa

Lokasi

Candi Dieng berada di kawasan Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Letaknya terpisah menjadi beberapa komplek.

Daya tarik

Candi Dieng memiliki daya tarik tersendiri sehingga banyak wisatawan yang ingin mengunjungi tempat ini. Adapun beberapa daya tarik Candi Dieng antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Pemandangan sekitar candi sangat indah berupa pegunungan.
  2. Udaranya sejuk dan segar.
  3. Merupakan candi tertua di Pulau Jawa.
  4. Kondisi candi bagus
  5. Lokasi candi berpencar sehingga nuansa tidak monoton.

Daftar nama candi

Inilah daftar nama candi yang berada di Dieng. Sebagian besar nama-nama candi tersebut diambil dari nama tokoh-tokoh pewayangan dalam epos Mahabarata. Nama-nama candi di Dieng bukan nama asli yang tertera di prasasti8) namun dinamakan oleh orang-orang baru. Berikut daftar nama candi yang bentuknya masih utuh namun tidak begitu lengkap.

Candi ArjunaCandi Semar
Candi SrikandiCandi Puntadewa
Candi SembadraCandi Setyaki
Candi GatotkacaCandi Bima
Candi DwarawatiCandi Wisanggeni
2)
Candi Hindu Syiwa biasanya berbentuk catur muka atau empat persegi
3)
berlangsung tahun 701 M hingga 800 M
4)
berlangsung tahun 801 M hingga 900 M
5)
diperkirakan akibat terjadi letusan gunung api
6)
saluran air besar yang ada di Desa Dieng Kulon
7)
mungkin yang dimaksud adalah kali Dholog merupakan sebuah sungai yang berada di Kawah Sileri
8)
prasasti candi belum ditemukan

Page Tools